Articles

Category: Berita Teknologi Informasi,Energi & Material

Dalam rangka kegiatan RUSNAS Engine, pada 10 dan 11 Februari 2009 bertempat di Kabupaten Tegal telah dilaksanakan pertemuan untuk sosialisasi dan diskusi tahap awal komersialisasi produk riset Engine RUSNAS 500cc yang berbahan aluminium paduan.

Pertemuan ini dihadiri oleh Tim Pengarah dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Tim Supervisi dari ITB, Direktur Pusat Teknologi Material BPPT dari Lembaga Pengelola RUSNAS engine beserta tim pelaksana, Kepala Bappeda dan Kepala Sub-dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal, PT. INKA, PT. ITM, PT. Nefa Global Industries serta beberapa Industri Kecil dan Menengah bidang logam yang berada di Kabupaten Tegal.

Pada pertemuan ini, Direktur Pusat Teknologi Material BPPT selaku Lembaga Pengelola dan Penanggung Jawab kegiatan RUSNAS Engine menjelaskan tahap awal komersialisasi Engine RUSNAS dengan konsep klaster industri (industrial cluster) Engine RUSNAS 500cc dimana Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Tegal merupakan lokasi yang potensial dalam pengembangan klaster ini. Identifikasi rencana pengembangan klaster industri engine RUSNAS ini telah dilakukan, dimana elemen intinya adalah pembuatan/manufaktur engine yang akan dilakukan oleh PT. Nefa Global Industries dengan elemen pendukung yang terdiri dari BPPT, perguruan tinggi, institusi pelatihan, KNRT, Depperin, Depdiknas, Pemda serta asosiasi.

Adapun elemen pemasoknya adalah industri pengecoran, industri dies & mold, industri komponen standar & order, industri komponen karet/plastik serta industri komponen elektronik. Sedangkan elemen terkaitnya adalah industri galangan kapal, otomotif dan karoseri. Elemen pengguna dari klaster industri Engine RUSNAS ini adalah perusahaan swasta, lembaga pendidikan dan pemda dengan aplikasi diantaranya untuk perahu, kendaraan multiguna, generator, pompa air dan alat pertanian.

Rencana tahapan komersialisasi Engine RUSNAS dibahas dalam suatu Focus Group Discussion (FGD) yang membahas bagaimana suatu kegiatan riset dari tahap awal sampai akhirnya dapat mencapai tahap komersialisasi yang sukses melalui suatu studi tentang perencanaan/penciptaan pasar, aplikasi engine dan model bisnis yang harus diterapkan.

Dari diskusi tersebut disampaikan keinginan PT. INKA untuk terus melanjutkan kerjasama dengan BPPT dalam hal penggunaan Engine RUSNAS untuk diaplikasikan ke mobil GEA yang diproduksi PT. INKA. Disamping itu, Sub-dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa selama ini Pemerintah Kabupaten Tegal telah banyak melakukan upaya untuk mendukung kegiatan RUSNAS Engine.

Hal ini dapat dilihat di LIK Takaru yang sejak tahun 2003 telah meningkatkan dan melengkapi sarana dan prasarana yang ada dengan berbagai macam peralatan laboratorium dan mesin-mesin penunjang produksi. Beberapa peralatan/mesin yang sudah tersedia diantaranya mesin CNC, dapur heat treatment, hardness tester, universal testing machine, charpy impact tester, spectrometer dan coordinate measurement machine (CMM).

Disamping FGD juga dilakukan kunjungan ke fasilitas fabrikasi mesin PT. Nefa Global Industries di Kabupaten Tegal, yang nantinya direncanakan akan menjadi elemen inti dalam klaster industri engine RUSNAS 500cc tersebut.

PT. Nefa ini sebelumnya sudah mempunyai pengalaman memproduksi diesel engine 1 (satu) silinder dan daya 8,5 PK. Di samping itu juga sudah berhasil mendesain dan membuat jig & fixture untuk membantu proses pemesinan komponen engine RUSNAS. Dalam proses produksinya PT. Nefa akan menerapkan konsep 'low volume-low cost'.

Dari kegiatan RUSNAS engine ini diharapkan bisa terbentuk klaster industri engine RUSNAS di Kabupaten Tegal dengan mensinergikan semua stakeholder dan potensi lokal yang ada. Klaster engine ini nantinya diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian dan pada akhirnya dapat meningkatkan kemandirian bangsa khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan engine.(PTM)

Add comment


Security code
Refresh